 |
(Danau dari atas bukit)
Hari itu kebetulan, aku mendapatkan tugas dari kantor hanya melalui rumah. Moment ini ku pergunakan sebaik mungkin untuk liburan mengingat tugas yang diberikan tidak terlalu berat, biasa dikerjakan dimana saja. Aku menghubungi kawan dekat "hari ini aku libur, ayo kita jalan". Dihari sebelum-sebelumnya kami sudah merencanakan untuk mengunjungi beberapa objek wisata yang ada di Kalimantan Selatan, salah satunya tempat ini. Lokasinya di desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Dapat kalian tempuh dari pusat kota Banjarbaru sekitar satu jam, menggunakan roda dua atau roda empat. Medan yang dilalui setalah melewati Jl. Yani, kalian akan masuk ke pedesaan, yang mana kebanyakan masyarakatnya bertani karet.
|
(Danau Biru Pengaron & Benteng Oranje Nassau)
Dipinggir jalan, nanti kalian akan menemukan plang Objek Wisata Budaya & Alam yang sama berjarak 4 KM lagi. Kami pun memutuskan tetap sesuai rencana diawal, kami akan pergi ke danau. Sebelum ke objek wisata lain. Ketika memasuki aren ini, kalian akan dihadapkan jalanan tanah keras dan berbatu. Medan yang dilalui tanjakan dan turunan, kebetulan tempat ini masih aktif melakukan kegiatan pertambangan, sehingga kita akan berpapasan atau bahkan beriringan dengan truk tambang.
 |
(Medan yang dilalui sebelum memasui area tambang)
|
 |
(Kondisi jalan area tambang, dan kiri kanan hutan)
Ketika masuk, awalnya kami disesatkan oleh google map sehingga dua kali kami harus berputar arah. Dan kebetulan saat itu ada remaja setempat yang melintas, kamipun menanyakan tempat objek wisata danau, remaja itu bilang terus nanti melewati bukit dan sebelah kanan ada danau.
Setelah sekitar 2 KM, akhirnya kami menemukan danau "Grand Canyon". Dari jalanan atas bukit, kami melihat danau yang begitu indah berwarna biru, dengan tepi tebing berpola sisa galian.
(Danau dilihat dari atas)
Kami pun mencoba mencari cara agar bisa ketepi danau yang berada dibawah sana, dan kamipun melihat sekeliling, akhirnya kami menemukan turunan yang cukup curam dan bebatuan sisa tambang. Motor kami parkirkan diatas bukit yang tidak jauh dari danau. Kami menuruni bukit dengan hati-hati melewati ilalang, pohon, pasir dan bebatuan berabu.
(Bebatuan berabu)
(Kawan ku yang berhasil menuruni bebukitan pasir abu)
Setelah menuruni bebukitan akhirnya kami sampai ditepian danau, disana kami melihat beberapa anak sekitar berenang dengan asiknya. Sebenarnya sudah tertera palang yang tidak mengizinkan orang untuk berenang ditempat ini. Tepian danau, merupakan tanah yang berair sehingga harus berhati-hati kalau ingin menyentuh air danau, seperti aku, dengan sangat terpaksa kaki ku dihisap tanah berlumpur. Ahirnya begitu jernih, dengan warna hijau tua, kalau mengeni matahari berwarna biru.
(Tepi danau dari bawah)
|
Komentar
Posting Komentar